Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

BISMILLAH

Gambar
Semangat dan sukses selalu kepada masyarakat, asatidz dan semua yang esok akan turun dalam aksi super damai 212. Saat mereka pergi aksi turun ke jalan, sebab mereka sudah tak didengar lagi lewat surat maupun aduan, maka niatan mereka satu, membela Al-Quran dan kehormatan agamanya Mereka tak ada urusan dengan pilkada sebab mereka bukan hanya dari Jakarta,  mereka tak ada urusan dengan suku dan ras sebab mereka berbeda ras dan suku jadi satu Mereka sama sekali tak menginginkan kekacauan, hanya mereka melihat keadilan sudah kacau hingga perlu disentil dan diingatkan, bahwa ummat mengawasinya.. mereka yang dari ciamis hingga ke monas rela berjalan kaki, apa yang mereka harapkan selain mengembalikan kehormatan dan kesucian kitab suci mereka juga agamanya... mereka tidak ada urusan dengan sistem pemerintahan diindonesia sebab mereka bukan hanya dari golongan petinggi tetapi juga banyak dari golongan rakyat biasa mereka bukan pula peserta aksi bayaran s...

MMI dan Aku

Gambar
        Teman   , sebelum ceritaku dimulai, akan kuceritakan alasanku kenapa ingin aku mencurahkan segala isi hatiku kesini . karena di blog ini curahan hatiku tidak akan tersebar kemana-mana, karena tidak akan ada seseorang yang mampir di blog anak kecil seperti diriku, mereka pastilah menganggap kalau isinya pasti nggak jeelas . Aku memang tipe seorang gadis pendiam tetapi aku juga ingin sekali bercerita. Disaat aku bercerita kepada seorang teman lamaku, dia membocorkan semuanya taman, saat dia menggibahku . Aku sangat malu ketika itu, Maka kuputuskan untuk memilih menceritakan isi hatiku, mancurahkan pertanyaan demi pertanyaan, kesedihan demi kesedihan kesini teman. Di blogku inilah curahan hatiku akan duduk manis tanpa berjalan ke blog orang lain. Yang ia lakukan hanya menanti curahan hatiku lainya.         Kumulai ya teman, aku mengambil judul tulisan ini dengan “ tempat bersemayam sel...

Embun Hati part 1

aku hanya bisa menuliskan curahan hatiku pada blog ini. aku tidak tahu harus cerita ini kepada siapa? aku tidak begitu percaya pada teman-teman ku. mungkin blog ini yang mampu menyimpannya tidak akan ada orang yang mampir melihat blog ku                      percayalah aku ingin menjadi dokter                      tapi aku butuh restu dari ibuku dan sayangnya aku tidak direstui kawan bagaimana ini?                     bisakah kau membantuku?? aah kawan kau hanyalah sebuah monitor laptop yang tak                      mampu ku ajak bicara...

tujuan.

Gambar
aku bukan pilihan aku tujuan  aku tidak ingin menjadi pilihan mu sekalipun kamu memilihku di antara banyak pilihan karena kamu telah memulainya dengan perbandingan seorang wanita mengirimkan surat kecil dalam sampul tanpa nama kepada laki-laki yg beberapa hari yg lalu menyatakan perasaanya mengatakan dengan percaya diri bahwa dia telah memilihnya  meskipun banyak perempuan lain diluar sana  yang menarik hatinya aku memilihmu meskipun ada yg lebih baik aku memilihmu diantara jutaan wanita dimuka bumi ini aku memilihmu menjadi pendampingku. katanya aku tidak suka menjadi pilihan jawab wanita itu sambil mengalihkan badan dan laki-laki itu ditinggalkan dalam keheran heranan apa yg salah dengan niat baiknya?

untukmu calon dokterku

Wahai calon dokterku, Tahukah engkau…? Menjadi dokter adalah pilihan yang hebat… Karena ia begitu mulia dan sangat berharga dimataku… Segala talenta terpatri dalam jiwanya Mulai dari komunikasinya yang menghangatkan jiwa, Keahlian seorang detektif dalam diagnosanya, Jiwa seorang guru yang memberikan pengertian kepada pasiennya, Kemampuan persuasifnya… Kesabaran, kegigihan, keuletan, dan tanggung jawab yang diembannya… Sifat rela berkorbannya, keikhlasannya… dan masih banyak lagi yang tak bisa kusebutkan… Terimakasih calon dokterku, karena saat ini, engkau belajar, memahami, mencerna, dan mencari segala sesuatu di kedokteran hanya untukku… calon pasienmu Tenagamu engkau sumbangkan, lelahmu dalam belajar selalu berusaha engkau tekan, kantukmu engkau lawan… Dan semua engkau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik bagiku… pasienmu kelak… Sungguh caldokku, aku tidak tahu harus membalas apa… sungguh mulianya dirimu… Dan ku yakin engkau akan berkata “tidak, tidak...

impian yang ku dambakan sejak kecil akhirnya menangis dalam agenda harianku

Tak pernah terasa, waktu berputar begitu cepat. Kini aku tengah berada di penghujung masa SMA ku. Di masa SMA ku ini, begitu banyak orang-orang yang mewarnainya. Entah warna kesedihan, kesendirian, kesunyian, kebahagiaan, harapan, cinta dan cita cita.   Cita-cita? Aah apakah itu disebut cita-cita jika hanya merengek dalam sebuah buku... Ya, kini cita-cita yang kudambakan sejak kecil hanyalah menjadi layaknya seorang bayi yang merengek-rengek dalam sebuah buku agenda harianku. Karena akulah seseorang yang dengan keras menutupnya , akulah seorang yang membuatnya menangis. Itu bukan karena aku tak mampu meraihnya, tapi kebimbangan dalam hatikulah yang membuatku dengan rela menutup keras-keras cita citaku itu. lalu cita cita apa yang dengan rela aku menutupnya   dengan keras. Menjadi hafidzkah? Aah tidak kurasa aku sekarang tengah berjuang meraihnya. Menjadi dokterkah? Inilah cita-cita yang kudambakan sejak kecil, tapi juga cita-cita yang kubuat ia menangis. Lalu apakah...

cara menghafal alqur'an

"Nikmatnya hafal alqur'an" 1.    Menghafal tidak harus hafal. Yang penting menghafal dengan durasi rutin yang konsisten: satu satu jam sehari. 2.    Menghafal bukan untuk diburu-buru, tetapi juga bukan untuk ditunda-tunda. Sebab, syarat orang yang menghafal Al Qur’an itu tidak harus masih muda, sebagaimana syarat untuk mati, juga tidak harus sudah tua. 3.    Menghafal bukan untuk khatam, tetapi untuk hidup setia bersama Al Qur’an. Agar bisa lebih dekat bersama Allah. 4.    Menghafal merasa senang jika sedang dirindukan ayat. Jika ada ayat yang susah diingat/dihafalkan, maka sebenarnya orang itu sedang dirindukan ayat. “Karena saking rindunya ayat itu dengan kita, maka dia tidak mau beranjak dari kita. Allah sedang menghadiahkan kita untuk dikangenin sama ayat tersebut,” ujar Ust. Deden. Maka kita harus senang jika ada ayat yang lama dihafalkan. Namun, menghafalkan Al Qur’an itu harus tidak dengan “sabar”, tetapi dengan ...

ujian kesempatan

Tidak semua kesempatan datang untuk diambil, ada kalanya dan mungkin sering jika kesempatan itu datang sebagai ujian. Ujian untuk keteguhan hati kita pada sesuatu yang lebih pertama kita putuskan, lebih pertama kita pilih. Ditengah mengerjakan tugas akhir yang begitu sibuk, ada kesempatan ini dan itu yang menarik. Apakah harus diambil? Atau jangan-jangan itu hanya untuk menguji keteguhan hati kita dalam mengerjakan prioritas pertama kita? Ditengah kita mencintai seseorang dengan susah payah, lalu muncul kesempatan dari orang lain yang mungkin lebih mudah. Apakah harus diambil? Bukankah itu mungkin hanya untuk menguji keteguhan hati kita pada yang mula-mula kita pilih? Kesempatan itu ujian yang mungkin paling tidak kita sadari, kesempatan-kesempatan ‘emas’ yang datang, yang membuat kita menjadi ragu pada pilihan kita sebelumnya. Kesempatan yang membuat kita berpikir ulang tentang pilihan-pilihan kita sendiri. Menggoyang prioritas kita, menyelisih hati kita. Se...