impian yang ku dambakan sejak kecil akhirnya menangis dalam agenda harianku
Tak pernah terasa, waktu berputar
begitu cepat. Kini aku tengah berada di penghujung masa SMA ku. Di masa SMA ku
ini, begitu banyak orang-orang yang mewarnainya. Entah warna kesedihan,
kesendirian, kesunyian, kebahagiaan, harapan, cinta dan cita cita.
Cita-cita?
Aah apakah itu disebut cita-cita jika
hanya merengek dalam sebuah buku...
Ya, kini cita-cita yang kudambakan
sejak kecil hanyalah menjadi layaknya seorang bayi yang merengek-rengek dalam
sebuah buku agenda harianku. Karena akulah seseorang yang dengan keras
menutupnya , akulah seorang yang membuatnya menangis. Itu bukan karena aku tak
mampu meraihnya, tapi kebimbangan dalam hatikulah yang membuatku dengan rela
menutup keras-keras cita citaku itu. lalu cita cita apa yang dengan rela aku
menutupnya dengan keras. Menjadi hafidzkah?
Aah tidak kurasa aku sekarang tengah berjuang meraihnya. Menjadi dokterkah? Inilah
cita-cita yang kudambakan sejak kecil, tapi juga cita-cita yang kubuat ia
menangis.
Lalu apakah aku sendiri juga menangis?
Ya aku memang menangis karena aku
seorang gadis yang sering menangis, akulah seorang gadis yang lemah, tapi akulah
seorang gadis yang merelakan diri menuntut ilmu dengan berpisah dengan orang
tuaku. Akulah seorang gadis yang merelakan masa remaja yang seharusnya menikmati momen bersama keluarga, tapi malah pergi
demi menuntut ilmu.
aku memang seorang gadis yang tidak tinggal dengan kedua orang tuaku, tapi dengan nama allah aku ingin menjadi gadis yang shalihah. insyaalloh.
Hidup berpisah dengan orang tua ku, Capek? Pasti, tapi ia akan terobati jika aku berhasil
meraih mahkota untuk kedua orang tuaku.
pada akhirnya aku menyadari allah memang sungguh indah skenarionya. entah apakah nantinya mimpi ku itu akan menjadi kenyataan ataukah tidak, semua pasti ada hikmahnya. aku juga baru menyadari bahwa pencapaian-pencapaian yang tak pernah kutulis dalam doaku, maupun agenda harianku, kini dia dengan gagah muncul menjadi kenyataan.
waallohua'lam
Nganjuk, 29 september 2016
Dibuat dengan berderai air mata,
karena melepas kepergian cita-cita yang ku dambakan ini
Komentar
Posting Komentar