cara menghafal alqur'an
"Nikmatnya hafal alqur'an"
1. Menghafal tidak harus hafal. Yang
penting menghafal dengan durasi rutin yang konsisten: satu satu jam sehari.
2. Menghafal bukan untuk diburu-buru,
tetapi juga bukan untuk ditunda-tunda. Sebab, syarat orang yang menghafal
Al Qur’an itu tidak harus masih muda, sebagaimana syarat untuk mati, juga tidak
harus sudah tua.
3. Menghafal bukan untuk khatam, tetapi
untuk hidup setia bersama Al Qur’an. Agar bisa lebih dekat bersama Allah.
4. Menghafal merasa senang jika sedang
dirindukan ayat. Jika ada ayat yang susah diingat/dihafalkan, maka sebenarnya
orang itu sedang dirindukan ayat. “Karena saking rindunya ayat itu dengan
kita, maka dia tidak mau beranjak dari kita. Allah sedang menghadiahkan kita
untuk dikangenin sama ayat tersebut,” ujar Ust. Deden. Maka kita harus senang
jika ada ayat yang lama dihafalkan. Namun, menghafalkan Al Qur’an itu
harus tidak dengan “sabar”, tetapi dengan rasa “bersyukur”. “Lampaui sabarmu
sampai muncul rasa bersyukur. Sebab, jika kita menghafal dengan sabar,
berarti kita seperti sedang mendapat musibah. Tetapi kalau menghafal dengan
rasa syukur, berarti kita sedang mendapat rahmat dari Allah,” tandas Ust.
Deden.
5. Menghafal itu sama dengan makan:
sesuap-sesuap, jangan langsung sepiring-sepiring. Daya ingat manusia
terbatas, maka “comotan” hafalan ayatnya harus pas, agar sekali lihat bisa
langsug hafal. Ibarat sedang makan, jika comotannya pas maka akan nikmat
makannya. Bila sudah nikmat, makannya pasti tidak akan ingin cepat-cepat
selesai.
6. Menghafal dengan fokus pada
“perbedaan”, abaikan “persamaan”. Karena 80% ayat Al Qur’an itu adalah
kata/kalimat pengulangan, sehingga penghafalnya hanya butuh mengerahkan 20%
kekuatan sisanya. Jika fokus pada “perbedaan”nya, maka menghafalkan akan lebih
mudah.
7. Menghafalkan itu harus menyediakan
waktu khusus untuk mengulang (muraja’ah). Karena
bagian ternikmat dari menghafal adalah mengulangnya. “Orang layak disebut
sebagai Hafizh (penghafal) Qur’an jika ia sering mengulang bacaanya untuk
menjaga hafalannya. Jika tidak sering mengulang, maka ia bukan seorang Hafizh
Qur’an,” tambah Ust. Deden.
8. Pastikan ayatnya sudah bertajwid: cara
bacanya sudah benar sesuai tanda bacanya. Karena menghafal
sudah dengan tajwid yang benar, maka akan lebih mudah menghafalnya.
ditulis melalui narasumber ustad deden.
nganjuk, 29 september 2016
Komentar
Posting Komentar