MMI dan Aku



        Teman  , sebelum ceritaku dimulai, akan kuceritakan alasanku kenapa ingin aku mencurahkan segala isi hatiku kesini . karena di blog ini curahan hatiku tidak akan tersebar kemana-mana, karena tidak akan ada seseorang yang mampir di blog anak kecil seperti diriku, mereka pastilah menganggap kalau isinya pasti nggak jeelas. Aku memang tipe seorang gadis pendiam tetapi aku juga ingin sekali bercerita. Disaat aku bercerita kepada seorang teman lamaku, dia membocorkan semuanya taman, saat dia menggibahku. Aku sangat malu ketika itu, Maka kuputuskan untuk memilih menceritakan isi hatiku, mancurahkan pertanyaan demi pertanyaan, kesedihan demi kesedihan kesini teman. Di blogku inilah curahan hatiku akan duduk manis tanpa berjalan ke blog orang lain. Yang ia lakukan hanya menanti curahan hatiku lainya.
        Kumulai ya teman, aku mengambil judul tulisan ini dengan “tempat bersemayam selama kepergian malamku ialah MMI”  kenapa? Karena perjalanan itu benar-benar membuatku berpikir banyak.. mulai dari awal aku menaiki bus sendirian sekitar pukul lima sore. Padahal sebelumnya aku tidak pernah naik bus sendirian, apalagi sesore itu. Saat didalam bus aku melihat seorang pengamen, aku kagum melihat caranya mengamen. Karena tidak seperti pengamen-pengamen yang pernah kulihat sebeumnya, dia mengamen dengan cara profesional. Ada satu lagu yang dia bawakan yang membuatku terbawa arus perasaan lagu itu ialah ISTRI YANG SOLEHAH. Dengan logat jawanya hal itu membuatku juga ingin ketawa. Dia tidak mengatakan istri yang solehah teman, tetapi istri yang solekhah. Lucu bukan J. Setelah dua jam berada di bus yang AC nya membuat perutku bagai air yang mendidih, sakiit banget L, akhirnya aku sampai di stasiun kereta api kertosono. Aku lagsung beli tiket, tapi teman berangkatnya jam setengah sembilan. Sedikit terselip rasa takut sih. Aku tidak pernah melakukan perjalanan sendirian apalagi malam. Tapi tak apalah demi ingin meraih puncak pertama dalam liga fisika.
        Aku berangkat dari stasiun kereta api kertosono jam setengah sembilan dan sampai di stasiun wonokromo jam 12 malam. Aku takut sekali kawan. Aku keluar dan tanya lokasi kampus ITS itu dimana. Ternyata tempatnya jauh banget teman. Aku begitu takut malam itu, aku sendirian, saudariku tak ada seorang pun yang kukenal. Tetapi allah menolongku. Ada seorang ojek walaupun dalam keadaan malam beliau menghormatiku dan tidak menarik imbalan yang banyak. Aku bersyukur banget bisa nyampek kampus ITS dengan selamat. Aku langsung menuju masjidnya ITS masjid itu bernama masjid manarul ‘ilmi. Waktu itu tengah malam teman, jujur aku merasa agak gimana ya, karena aku seorang diri. Ada orang lain sih yang lagi kumpul, entah apa yang mereka bahas. Aku pun langsung menuju tempat wudhu dan shalat tahajud. Ketika aku salam dari shalatku, aku melihat ada seorang mahasiswa yang tertidur disitu. Dari guratan wajahnya sih tampak sekali kalau dia kelelahan. Beberapa lama kemudian Dia bangun teman, untuk menghilangkan kesendirian aku mendekatinya dan minta diajari soal liga fisika. Stelah beberapa menit akhirnya aku memutuskan untuk selesai, aku menaiki area wanita di masjid itu. Aku pun tidur disitu. Keenapa aku tidur disitu teman? Karena saat itu aku lupa nggak bawa alat komunukasi sehingga aku tidak bisa menghubungi orang yang kukenal yang sedang disurabaya. Akan tetapi hanya ada satu nomor yang aku hafal, tapi aku terlalu sungkan meminta tolong kepadanya. Keesokan harinya adzan subuh pun berkumandang, aku bangun teman dan melihat keindahan kampus ITS dari atap masjid itu. Aku baru sadar allah itu maha indah. Akupun melanjudkan shalat subuh dan mendengarkan ceramah disana. Dimasjid itu aku melihat ada tulisan “MMI, masjid manarul ilmi.” Aku baru sadar akan singkatan itu. Karena singkatan “MMI” ini sudah pernah kubaca tetapi aku nggak tahu arti dari singkatan itu. Teman tahukah engkau dari siapa aku baca “MMI” yang membuatku penasaran itu? Dia adalah seorang yang kukagumi teman, orang yang kuceritakan tadi yang aku hafal nomor ponselnya. Dulunya beliau sangat dekat dengan ku, tapi entah kenapa sekarang beliau menciptakan jarak teman. Aku nggak tahu apa salahku sehingga beliau menciptakan jarak denganku. Semoga beliau tidak buruk sangka padaku. Tetapi karena inilah aku ingin menuliskan curahan hati ini. Hatiku begitu tak tenang teman melihat beliau menciptakan jarak. Bukan apa-apa teman, jangan berpikiran kalau aku mengatakan dia menciptakan jarak, maka berarti aku menyukainya. Jangan teman. Aku tidak menyukainya aku hanya kagum saja pada beliau. Teman-teman ku menganggap kalau aku meenyukainya karena mereka membaca buku agendaku, karena disitu tertuliskan nama beliau juga peristiwa-peristiwa yang kualami akibat beliau yang mungkin bisa orang mengatakanya kalau aku menyukainya padahal setiap orang hebat pasti kukagumi, namanya pasti ada dalam bukuku entah buku agendaku kah atau buku-buku lain. bukan hanya beliau saja teman.
Eeh kok jadi cerita itu sih  maaf teman maksudku aku ingin menceritakan tentang rasa bersyukurku bisa membaca sendiri di tempat asli nama MMI tersebut.
        Mentaripun menyinariku dan membubarkan lamunanku yang sempat membayangkan ingin jadi apa aku besok. Aku kembali konsentrasi belajar. Dari perjalanan malamku ini aku banyak mendapatkan pelajaran yaitu :
v  Menyadari bahwa semua yang diciptakan allah itu sungguh indah.
v  Mengerti kesibukan seorang mahasiswa, sehingga kalau aku menjadi mahasiswa aku harus pandai-pandai mengatur waktu.
v  Jikalau aku diterima di ITS aku harus mendapatkan beasiswa tahfidz.
v  Menjadi anggota JMMI juga BPM. Semoga dengan keikutsertaanku ini menjadikan diriku terus termotivasi, juga agar diriku ini bisa di charge sewaktu semangatku menurun.
v  Jikalau kita menggantungkan allah dalam diri kita maka allah pasti menolong. Allah tidak akan menyianyiakan hambanya.
Setelah lombaku usai akupun pulang dan sampai dirumah dengan selamat.
NB: teman mungkin tulisanku antar paragraf belum benar- benar singkron ya, banntu aku teman untuk belajar memperbaiki tulisanku.
Surabaya, 21 oktober 2016
Ditulis di perenungan malam tepatnya di MMI lantai dua, saat menunggu hujan membasahi hatiku yang sedang resah, dengan berbagai masalah yang ada pada diriku. Disaat sedang mencurahkan hujanya mataku yang tidak tahan melihat, mengevaluasi, membayangkan permasalah demi permasalahan yg muncul di masa SMAKU ini. Suatu aat akan kuceritakan teman tentang pahitnya sekolah di SMAN 1 nganjuk.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara menghafal alqur'an

Udah putusin aja!!!!!!!

Bagaimana cara menghafal Alqur'an secara sempurna dengan gampang dan mudah dengan izin Allah?