Postingan

Bagaimana cara menghafal Alqur'an secara sempurna dengan gampang dan mudah dengan izin Allah?

Gambar
Dijaman sekarang sudah menjamur orang- orang yang berhasil menghafal Alqur'an. bukan hanya itu, mereka juga yang berlomba- lomba menjalankan sunah rosul. mulai dari pakaian seperti berniqab tidak isbal dalam berpakaian dan lain- lain. namun kali ini saya ingin mengajak kawan semua meniti dan meniru keberhasilan para hafidz dan hafidzah. perlu diingat kawan, saya menulis ini bukan karena saya sudah mampu menjalankannya, namun saya berusaha untuk istiqomah menjalankannya. nah kawan, banyak diantara kita yang ingin menghafal Alqur'an, namun niat atau tujuan mereka salah. Niat, niatkan menghafal alqur'an ini untuk menggapai ridho Allah bukan karena manusia dan tujuan itu perlu pendetailan. oleh karenanya tujuan kita adalah: Menghafal satu halaman mushaf dalam waktu satu hari. Selanjudnya, menghafal 5 halaman dalam waktu satu minggu. jadi, dalam satu minggu ada waktu 5 hari untuk menghafal. Menghafal Alqur'an secara sempurna dalam waktu 30 bulan, dengan izin A...

[TENTANG JATUH CINTA]

Gambar
Jatuh Cinta. menurut kawan salah kah? mungkin sekitar 2 dan tiga tahun yang lalu saya pernah menuliskannya diblog ini. ya! jatuh cinta. dua kata yang menurut saya sangat sensitif. Buya Hamka pernah mengatakan bahwa,"   Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri." Jatuh cinta itu sesungguhnya sangat mengerikan, tetapi tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. kawan pernah dengar bahwa cinta itu fitrah? nah itulah maksud kenapa jatuh cinta itu tidak bisa dihindari. benar kata buya hamka jika cinta itu ibarat perang, jika menang akan membentuknya menjadi pribadi yang tulus, ikhlas dan sabar. sedangkan jika kalah akan membentuknya menjadi pribadi yg sesat, pesimis dan sesat. oya kawan, pernah lihat tidak ada orang ya...

Hilangnya pesona Academic Honesty

Mengawali penulisan kali ini mengenai pendidikan dan permasalahannya yang begitu rumit, ada baiknya kita mengingat kembali ungkapan dari Tan Malaka yang merupakan aktivis legendaris pencetus berdirinya Republik Indonesia, “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”. Dari kalimat tersebut, Tan Malaka menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi manusia dalam memperkokoh kemauan mengejar masa depan yang jauh lebih baik. Layaknya sebuah penggembala, pendidikan menuntun agar sampai ditempat yang kita inginkan. Adapun tempat yang kita inginkan misalnya kesuksesan meraih mimpi, masa depan yang cerah, pribadi yang dihormati dan pastinya kebahagiaan diusia senja. Secara tersirat makna dari ungkapan Tan Malaka tersebut lebih menekankan pada pendidikan kejujuran karena kejujuranlah yang menjadi pondasi dari kecerdasan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kejujuran lah yang menjadi Aset utama untuk meraih kesuksesan dan membangun masa depan...

Keh do ke tum Mujhse desti karoge?? ( Maukah kau Berteman denganku?? )

Keh do ke tum Mujhse desti karoge?? ( Maukah kau Berteman denganku?? ) Kita adalah kawan lama, mengapa kita seperti orang asing Siapa yang tahu kemana warna pertemanan ini akan dibawa Siapa yang tahu kapan dan dimana pandangan pertemanan ini akan berhenti Aku ingin menjadi bintang dan kamu bulan yang selalu disampingku Disamping bintang yang cahayanya terpaksa redup Redup karena masalalu yg suram Keh do ke tum mujhse desti karoge Hum saathi kitne purane, phir kyon hai itne anjane Kab kahan kya khabar ja ruke yeh nazar Ajeeb dastan hain yeh Ini adalah cerita yang aneh Aku hanya meminta pertemanan dengan mu Tapi kamu memberi hatimu Ya, memang benar kamu memberi hatimu.....setelah itu pergi Pergi tanpa memberi tangan persahabatan Pergi tanpa meminta hatiku sebagai ganti aku telah mengambil hatimu Ini benar-benar cerita yang aneh Dimana aku memulainya dan dimana aku mengakhirinya Kamu datang dan pergi begitu saja, tanpa meninggalkan rasa walaupun ...

MENANTI TULISANMU

Aku selalu menanti tulisanmu. Karena darimana lagi aku bisa tahu tentang apa yang sedang kamu pikirkan bila tidak dari sana. Kita tidak pernah bercakap-cakap tentang sesuatu yang dalam, hanya sebuah sapaan. Aku selalu menunggu tulisanmu. Karena darimana lagi aku bisa tahu tentang jalan pikiranmu, tentang masalah yang sedang kamu hadapi, atau tentang perasaan yang sedang kamu rasakan. Meski tulisan itu tidak sepenuhnya mewakili perasaan, setidaknya aku tahu perasaanmu masih hidup untuk nantinya aku cintai. Itu pun bila kamu mengijinkan. Aku selalu membaca tulisanmu. Dari halaman satu hingga halaman yang aku yakin akan terus bertambah. Karena darimana lagi aku bisa mengenalmu dengan leluasa bila tidak dari sana. Aku bahkan tidak kuasa menyebut namamu di hadapan temanmu. Aku harus menunggu sepi atau malam hari untuk bisa leluasa memandang layar dan membaca berulang-ulang setiap kata yang lahir dari pikiran dan hatimu. Aku menyukai cara jatuh cinta seperti ini. Tidak kamu ...

[Tentang .... Daun yang jatuh tak pernah membenci angin]

Ibu benar tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku ibu. Perasaan kagum, terpesona dan entahlah itu muncul begitu saja tanpa bisa tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Lagi-lagi tere liye mengajarkan suatu hal yang baru nan berharga tanpa harus menggurui. Ya, daun yang jatuh tak pernah membenci angin..... Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. Mengikhlaskan cintanya, bahwa cinta tak harus memiliki, bahwa perasaan tak harus diungkap. Tak mengapa, tak seharusnya masalah berbelit pada perasaan, tak seharusnya masalah berbelit pada ke egoismenan. Aku akan diam jika itu adalah masalah cintaku. Tapi daun yang jatuh tak pernah membenci angin juga mengajarkan hal lain. Ya mengajarkan...... Mengajarkan bahwa hidup harus menerima..... Penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti..... Pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami..... Pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, peng...

bersinggah dan Rindu

Gambar
Kemana aku harus bersinggah?? Saat duka tak lagi sedalam cinta, saat rindu berada diatas segalanya, saat kegelapan dan badai hadir begitu saja, kemana aku harus bersinggah? Tak lagi dahulu yang disebut sebagai putri keluarga yang manja, sekarang keadaan demi keadaan berubah. Manja? Ya memang benar, manja. Kadang tak selamanya sifat manja ini dimiliki murni oleh keinginan diri, terkadang sifat manja mengalir karena keluarga yang menyayanginya. Aku tak mengatakan akulah yang paling mandiri, melainkan akulah yang disebut sebagai putri manja. Salah jika mengatakan sifat itu murni keinginanku. Sebenarnya hati hanya ingin bertanya salahkah jika menumbuhkan rasa mandiri ditengah derasnya aliran rasa manja? Entahlah, hanya masing-masing yang bisa menjawabnya. Saat duka tak lagi sedalam cinta, saat cinta dan rindu bagaikan badai yang menghantam hati yang pandai menangis, apa yang bisa dilakukan? Dengan kata lain aku sangat merindukan mu mamak. Tersipu, malu, cinta dan rindu memb...