Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

[Tentang .... Daun yang jatuh tak pernah membenci angin]

Ibu benar tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku ibu. Perasaan kagum, terpesona dan entahlah itu muncul begitu saja tanpa bisa tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Lagi-lagi tere liye mengajarkan suatu hal yang baru nan berharga tanpa harus menggurui. Ya, daun yang jatuh tak pernah membenci angin..... Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. Mengikhlaskan cintanya, bahwa cinta tak harus memiliki, bahwa perasaan tak harus diungkap. Tak mengapa, tak seharusnya masalah berbelit pada perasaan, tak seharusnya masalah berbelit pada ke egoismenan. Aku akan diam jika itu adalah masalah cintaku. Tapi daun yang jatuh tak pernah membenci angin juga mengajarkan hal lain. Ya mengajarkan...... Mengajarkan bahwa hidup harus menerima..... Penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti..... Pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami..... Pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, peng...

bersinggah dan Rindu

Gambar
Kemana aku harus bersinggah?? Saat duka tak lagi sedalam cinta, saat rindu berada diatas segalanya, saat kegelapan dan badai hadir begitu saja, kemana aku harus bersinggah? Tak lagi dahulu yang disebut sebagai putri keluarga yang manja, sekarang keadaan demi keadaan berubah. Manja? Ya memang benar, manja. Kadang tak selamanya sifat manja ini dimiliki murni oleh keinginan diri, terkadang sifat manja mengalir karena keluarga yang menyayanginya. Aku tak mengatakan akulah yang paling mandiri, melainkan akulah yang disebut sebagai putri manja. Salah jika mengatakan sifat itu murni keinginanku. Sebenarnya hati hanya ingin bertanya salahkah jika menumbuhkan rasa mandiri ditengah derasnya aliran rasa manja? Entahlah, hanya masing-masing yang bisa menjawabnya. Saat duka tak lagi sedalam cinta, saat cinta dan rindu bagaikan badai yang menghantam hati yang pandai menangis, apa yang bisa dilakukan? Dengan kata lain aku sangat merindukan mu mamak. Tersipu, malu, cinta dan rindu memb...